Sobat setia berbagiinfobeladiri.blogspot.com kali ini saya posting tentang jurus Tian Lian Kun 4 dalam silat rahmat. Selamat menyaksikan dan semoga bermanfaat.....
Sabtu, 16 November 2013
Kamis, 07 November 2013
Istilah-Istilah dalam AIKIDO
saat berlatih Aikido , diantaranya :
- Dojo : Tempat Latihan
- Sensei : Guru
- Waza : Teknik
- Uke : Orang yang menyerang dan menerima teknik Aikido
- Nage : Orang yang diserang dan melakukan teknik Aikido
- Ukemi : Jatuh / berguling
- Mae Ukemi : Jatuh / berguling ke depan
- Ushiro Ukemi :Jatuh / berguling ke belakang
- Kamae : Postur Dasar
- Migi Hanmi Kamae : Kamae kaki kanan didepan
- Hidari Hanmi Kamae : Kamae kaki kiri didepan
- Maai : Jarak antara Uke dan Nage
- Irimi : Bergerak Masuk
- Tenkan : Gerakan berputar
- Shikko : Berjalan dengan Lutut
- Mae Shikko : Berjalan kedepan dengan Lutut
- Ushiro Shikko : Berjalan kebelakang dengan lutut
- Shikko Kaiten : Berjalan berputar dengan lutut
- Katatedori : Cengkraman pada pergelangan tangan
- Katadori : Cengkraman pada Bahu
- Munadori : Cengkraman pada kerah/kelopak baju
- Morotedori : Cengkraman pada pergelangan tangan dengan menggunakan dua tangan
- Ryoutedori : Cengkraman pada kedua pergelangan tangan
- Ushiro dori : Cengkraman dari belakang
- Ushiro Ryoutedori : Cengkraman pada kedua pergelangan tangan dari belakang
- Ushiro Ryoukatadori : Cengkraman pada kedua bahu dari belakang
- Ushiri Katatekubishime : Pegangan pada pergelangan tangan dan kelopak baju dari belakang
- Shomen Uchi : Serangan ke arah depan muka atau kepala
- Yokomen Uchi : Serangan ke arah samping muka atau pelipis
- Chudan Tsuki : Serangan ke arah ulu hati
- Bokken : Pedang Kayu
- Jo : Tongkat Kayu
- Tanto : Pisau Kayu
Angka
- Ichi : 1
- Ni : 2
- San : 3
- Shi : 4
- Go : 5
- Roku : 6
- Sichi / nana : 7
- Hachi : 8
- Ku : 9
- Ju : 10
- Ni-Ju : 20
- Ni-Ju-Ichi : 21
- Hyaku : 100
- Sen : 1000
Oke sobat sampai sini dulu yah.......Semoga bermanfaat.
Jumat, 01 November 2013
Seni Beladiri Dari Jepang AIKIDO
![]() |
Hallo sobat setia berbagiinfobeladiri.blogspot.com kali ini kita akan membahas seni beladiri yang berasal dari negeri Sakura (Jepang) yaitu AIKIDO. Konon, Aikido merupakan seni beladiri yang memanfaatkan tenaga lawan. Oleh karena itu Aikido bisa dipelajari dari berbagai usia mulai dari anak-anak, remaja, dewasa maupun manula. Tentunya dengan cara pengajaran yang berbeda......
SEJARAH AIKIDO
AIKIDO didirikan oleh Morihei Ueshiba . Beliau lahir 14 Desember 1883 di kota Tanabe, wakayama, Jepang.
Beliau menikah dengan Itogawa Hatsu. Sejak muda beliau sangat tertarik
dengan beladiri. Beliau berlatih Jujutsu di dojo Kito ryu, dan berlatih
pedang di pusat latihan Shinkage
Ryu. Ayahnya membangunkan sebuah dojo dan mengundang guru Jujutsu yang terkenal, Takaki Kiyoichi untuk mengajarinya. Pada usia 29 tahun Ueshiba dan keluarganya berpindah ke kota Hokkaido. Di Kota tersebut Ueshiba bertemu dengan Sokaku Takeda, grandmaster Daito-Ryu Aiki Jutsu dan beliau belajar kepadanya. Sebulan kemudian, beliau kembali ke Shirataki, membangun dojo dan mengundang Takeda untuk tinggal disana. Ketika ayahnya sakit keras Ueshiba menjual seluruh hartanya dan menyerahkan dojo kepada Takeda, beliau berencana tidak akan kembali ke Hokkaido. Pada saat perjalanan pulang beliau singgah di Ayabe, tempat dimana sekte kepercayaan Omoto-Kyo berpusat.Dikota ini beliau bertemu Onisaburo Deguchi, pimpinan Omoto-Kyo. Di kota tersebut Ueshiba memutuskan untuk tinggal selama 3 hari sebelum perjalanan pulang. Akan tetapi ayahnya meninggal sebelum Ueshiba tiba. Ueshiba sangat sedih atas kepergian ayahnya. Ueshiba memutuskan untuk menjual semua tanah warisan dan pindah ke Ayabe untuk memperdalam Omoto-Kyo. Selama delapan tahun beliau belajar kepada Deguchi, mengajar beladiri, dan menjadi kepala dinas pemadam kebakaran setempat. Selama mempelajari Omoto-Kyo dan hubungan dekatnya dengan Deguchi sangat mempengaruhi kehidupannya. Ueshiba pernah mengatakan, jika disatu sisi Sokaku Takeda telah membukakan matanya tentang sesensi Budo, maka disisi lain pencerahan hidupnya datang dari pengalaman diOmoto-Kyo. Diawal usia 40 Ueshiba telah memiliki beberapa pengalaman spiritual yang sangat mengesankan dirinya, dan hal ini kemudian mengubah cara pandang hidup dan latihan beladirinya. Satu tahun kemudian banyak orang berguru kepada Ueshiba. Tahun 1927 Ueshiba pindah ke Tokyo. Muridnya bertambah banyak, hal ini mendorongnya untuk membangun dojo resmi di daerah Ushigome (Sekarang menjadi pusat Aikido dunia). Banyak pendekar dari beladiri lain yang datang mengunjunginya, dan mengirimkan murid-murid mereka untuk belajar kepada Ueshiba. Pada saat Perang Dunia II, Ueshiba juga mengajar kelas khusus militer dan polisi. Selama sepuluh tahun Ueshiba menjadi terkenal. Beberapa cerita mulai diangkat menjadi tulisan. Salah satunya yang banyak menulis tentang peristiwa dan perjalan hidup Ueshiba adalah Kisshomaru (anak dari Ueshiba). Tahun 1942, Ueshiba kembali kekampung halamannya. Dojonya kosong akibat perang, Ueshiba merasa lelah dengan kehidupan kota. Beliau menyerahkan dojonya kepada anaknya, Kisshomaru, dan pindah ke Ibaraki, wilayah Iwama. Ueshiba membangun sebuah dojo luar ruangan yang sekarang dikenal sebagai Aiki Shrine. Banyak orang mengenal Iwama sebagai tempat lahir Aikido Modern. Sebelum ke Iwama, beladiri Ueshiba dikenal sebagai Aikijutsu, kemudian Aiki-Budo, yang masih merupakan murni beladiri tanpa sentuhan spiritual. Sejak tahun 1942 (nama Aikido mulai resmi digunakan), tahun 1952 Ueshiba memadukan dan menyempurnakan tekniknya dengan filsafat religi Aikido. Seusai perang,Aikido berkembang pesat di Kobukan (sekarang disebut Hombu Dojo) dibawah pimpinan Kisshomaru Ueshiba. Morihei Ueshiba kemudian dikenal dengan "O Sensei" atau "Guru Besar". Beliau menerima penghargaan dari pemerintahan Jepang. O Sensei terus berlatih sampai akhir hidupnya. Pada tahun 1969, O Sensei mengalami sakit dan kondisinya kian memburuk. Pada tanggal 26 April 1969, beliau meningal dunia dalam usia 86 tahun. Dua bulan kemudian, istrinya meninggal diusia 87 tahun. Beliau dikuburkan di Tanabe.
Ryu. Ayahnya membangunkan sebuah dojo dan mengundang guru Jujutsu yang terkenal, Takaki Kiyoichi untuk mengajarinya. Pada usia 29 tahun Ueshiba dan keluarganya berpindah ke kota Hokkaido. Di Kota tersebut Ueshiba bertemu dengan Sokaku Takeda, grandmaster Daito-Ryu Aiki Jutsu dan beliau belajar kepadanya. Sebulan kemudian, beliau kembali ke Shirataki, membangun dojo dan mengundang Takeda untuk tinggal disana. Ketika ayahnya sakit keras Ueshiba menjual seluruh hartanya dan menyerahkan dojo kepada Takeda, beliau berencana tidak akan kembali ke Hokkaido. Pada saat perjalanan pulang beliau singgah di Ayabe, tempat dimana sekte kepercayaan Omoto-Kyo berpusat.Dikota ini beliau bertemu Onisaburo Deguchi, pimpinan Omoto-Kyo. Di kota tersebut Ueshiba memutuskan untuk tinggal selama 3 hari sebelum perjalanan pulang. Akan tetapi ayahnya meninggal sebelum Ueshiba tiba. Ueshiba sangat sedih atas kepergian ayahnya. Ueshiba memutuskan untuk menjual semua tanah warisan dan pindah ke Ayabe untuk memperdalam Omoto-Kyo. Selama delapan tahun beliau belajar kepada Deguchi, mengajar beladiri, dan menjadi kepala dinas pemadam kebakaran setempat. Selama mempelajari Omoto-Kyo dan hubungan dekatnya dengan Deguchi sangat mempengaruhi kehidupannya. Ueshiba pernah mengatakan, jika disatu sisi Sokaku Takeda telah membukakan matanya tentang sesensi Budo, maka disisi lain pencerahan hidupnya datang dari pengalaman diOmoto-Kyo. Diawal usia 40 Ueshiba telah memiliki beberapa pengalaman spiritual yang sangat mengesankan dirinya, dan hal ini kemudian mengubah cara pandang hidup dan latihan beladirinya. Satu tahun kemudian banyak orang berguru kepada Ueshiba. Tahun 1927 Ueshiba pindah ke Tokyo. Muridnya bertambah banyak, hal ini mendorongnya untuk membangun dojo resmi di daerah Ushigome (Sekarang menjadi pusat Aikido dunia). Banyak pendekar dari beladiri lain yang datang mengunjunginya, dan mengirimkan murid-murid mereka untuk belajar kepada Ueshiba. Pada saat Perang Dunia II, Ueshiba juga mengajar kelas khusus militer dan polisi. Selama sepuluh tahun Ueshiba menjadi terkenal. Beberapa cerita mulai diangkat menjadi tulisan. Salah satunya yang banyak menulis tentang peristiwa dan perjalan hidup Ueshiba adalah Kisshomaru (anak dari Ueshiba). Tahun 1942, Ueshiba kembali kekampung halamannya. Dojonya kosong akibat perang, Ueshiba merasa lelah dengan kehidupan kota. Beliau menyerahkan dojonya kepada anaknya, Kisshomaru, dan pindah ke Ibaraki, wilayah Iwama. Ueshiba membangun sebuah dojo luar ruangan yang sekarang dikenal sebagai Aiki Shrine. Banyak orang mengenal Iwama sebagai tempat lahir Aikido Modern. Sebelum ke Iwama, beladiri Ueshiba dikenal sebagai Aikijutsu, kemudian Aiki-Budo, yang masih merupakan murni beladiri tanpa sentuhan spiritual. Sejak tahun 1942 (nama Aikido mulai resmi digunakan), tahun 1952 Ueshiba memadukan dan menyempurnakan tekniknya dengan filsafat religi Aikido. Seusai perang,Aikido berkembang pesat di Kobukan (sekarang disebut Hombu Dojo) dibawah pimpinan Kisshomaru Ueshiba. Morihei Ueshiba kemudian dikenal dengan "O Sensei" atau "Guru Besar". Beliau menerima penghargaan dari pemerintahan Jepang. O Sensei terus berlatih sampai akhir hidupnya. Pada tahun 1969, O Sensei mengalami sakit dan kondisinya kian memburuk. Pada tanggal 26 April 1969, beliau meningal dunia dalam usia 86 tahun. Dua bulan kemudian, istrinya meninggal diusia 87 tahun. Beliau dikuburkan di Tanabe.
So, sampai disini dulu sobat nanti kita lanjut lagi masih dengan topik yang sama yaitu seputar Aikido. "Jangan kemana-mana tetap didepan layar komputer anda" he.....he....he.... bye-bye :)
Langganan:
Postingan (Atom)
Labels
silat
silat betawi
silat tenabang
aikido
budaya betawi
morihei ueshiba
palang pintu
Beladiri Praktis
Bruce Lee
Istilah aikido
Jeet Kune Do
Mixed Martial Art
Wing Chun
fight defend
jurun tian lian kun
jurus kun
kungfu
martial art
seni beladiri jepang
seni beladiri maen pukulan
silat aliran rachmat
silat rachmat
silat sabeni

