Jumat, 01 November 2013

Seni Beladiri Dari Jepang AIKIDO


     Hallo sobat setia berbagiinfobeladiri.blogspot.com kali ini kita akan membahas seni beladiri yang berasal dari negeri Sakura (Jepang) yaitu AIKIDO. Konon, Aikido merupakan seni beladiri yang memanfaatkan tenaga lawan. Oleh karena itu Aikido bisa dipelajari dari berbagai usia mulai dari anak-anak, remaja, dewasa maupun manula. Tentunya dengan cara pengajaran yang berbeda......

SEJARAH AIKIDO
  AIKIDO didirikan oleh Morihei Ueshiba . Beliau lahir 14 Desember 1883 di kota Tanabe, wakayama, Jepang. Beliau menikah dengan Itogawa Hatsu. Sejak muda beliau sangat tertarik dengan beladiri. Beliau berlatih Jujutsu di dojo Kito ryu, dan berlatih pedang di pusat latihan Shinkage
Ryu. Ayahnya membangunkan sebuah dojo dan mengundang guru Jujutsu yang terkenal, Takaki Kiyoichi untuk mengajarinya. Pada usia 29 tahun Ueshiba dan keluarganya berpindah ke kota Hokkaido.  Di Kota tersebut Ueshiba bertemu dengan Sokaku Takeda, grandmaster Daito-Ryu Aiki Jutsu dan beliau belajar kepadanya. Sebulan kemudian, beliau kembali ke Shirataki, membangun dojo dan mengundang Takeda untuk tinggal disana. Ketika ayahnya sakit keras Ueshiba menjual seluruh hartanya dan menyerahkan dojo kepada Takeda, beliau berencana tidak akan kembali ke Hokkaido. Pada saat perjalanan pulang beliau singgah di Ayabe, tempat dimana sekte kepercayaan Omoto-Kyo berpusat.Dikota ini beliau bertemu Onisaburo Deguchi, pimpinan Omoto-Kyo.  Di kota tersebut Ueshiba memutuskan untuk tinggal selama 3 hari sebelum perjalanan pulang. Akan tetapi ayahnya meninggal sebelum Ueshiba tiba. Ueshiba sangat sedih atas kepergian ayahnya. Ueshiba memutuskan untuk menjual semua tanah warisan dan pindah ke Ayabe untuk memperdalam Omoto-Kyo. Selama delapan tahun beliau belajar kepada Deguchi, mengajar beladiri, dan menjadi kepala dinas pemadam kebakaran setempat. Selama mempelajari Omoto-Kyo dan hubungan dekatnya dengan Deguchi sangat mempengaruhi kehidupannya. Ueshiba pernah mengatakan, jika disatu sisi Sokaku Takeda telah membukakan matanya tentang sesensi Budo, maka disisi lain pencerahan hidupnya datang dari pengalaman diOmoto-Kyo. Diawal usia 40 Ueshiba telah memiliki beberapa pengalaman spiritual yang sangat mengesankan dirinya, dan hal ini kemudian mengubah cara pandang hidup dan latihan beladirinya. Satu tahun kemudian banyak orang berguru kepada Ueshiba. Tahun 1927 Ueshiba pindah ke Tokyo. Muridnya bertambah banyak, hal ini mendorongnya untuk membangun dojo resmi di daerah Ushigome (Sekarang menjadi pusat Aikido dunia). Banyak pendekar dari beladiri lain yang datang mengunjunginya, dan mengirimkan murid-murid mereka untuk belajar kepada Ueshiba. Pada saat Perang Dunia II, Ueshiba juga mengajar kelas khusus militer dan polisi. Selama sepuluh tahun  Ueshiba menjadi terkenal. Beberapa cerita mulai diangkat menjadi tulisan. Salah satunya yang banyak menulis tentang peristiwa dan perjalan hidup Ueshiba adalah Kisshomaru (anak dari Ueshiba). Tahun 1942, Ueshiba kembali kekampung halamannya. Dojonya kosong akibat perang, Ueshiba merasa lelah dengan kehidupan kota. Beliau menyerahkan dojonya kepada anaknya, Kisshomaru, dan pindah ke Ibaraki, wilayah Iwama. Ueshiba membangun sebuah dojo luar ruangan yang sekarang dikenal sebagai Aiki Shrine.  Banyak orang mengenal Iwama sebagai tempat lahir Aikido Modern. Sebelum ke Iwama, beladiri Ueshiba dikenal sebagai Aikijutsu, kemudian Aiki-Budo, yang masih merupakan murni beladiri tanpa sentuhan spiritual. Sejak tahun 1942 (nama Aikido mulai resmi digunakan), tahun 1952 Ueshiba memadukan dan menyempurnakan tekniknya dengan filsafat religi Aikido. Seusai perang,Aikido berkembang pesat di Kobukan (sekarang disebut Hombu Dojo) dibawah pimpinan Kisshomaru Ueshiba. Morihei Ueshiba kemudian dikenal dengan "O Sensei" atau "Guru Besar". Beliau menerima penghargaan dari pemerintahan Jepang. O Sensei terus berlatih sampai akhir hidupnya. Pada tahun 1969, O Sensei mengalami sakit dan kondisinya kian memburuk. Pada tanggal 26 April 1969, beliau meningal dunia dalam usia 86 tahun. Dua bulan kemudian, istrinya meninggal diusia 87 tahun. Beliau dikuburkan di Tanabe. 

So, sampai disini dulu sobat nanti kita lanjut lagi masih dengan topik yang sama yaitu seputar Aikido. "Jangan kemana-mana tetap didepan layar komputer anda" he.....he....he.... bye-bye :)

0 komentar: